Tampilkan postingan dengan label Download MP3. Tampilkan semua postingan
Judul lagu: INGAT VALENTINE’S DAY INGAT POMPEII 
Lirik: Umar Abdullah | Lagu/ Musik: Dedy Arif 

Reff:
Tujuh puluh sembilan Masehi Allah letuskan Vesuvius
Hancurkan Pompeii sisakan tubuh–tubuh mengeras menghangus
Sebagai peringatan bagaimana akhir bangsa yang bejat moralnya
Anehnya, muslim meniru mereka tak peduli adzab mengancamnya
Ada sebuah kota dekat Roma bernama Pompeii
Di sana bertebaran erotisme, zina, dan pornografi
Bar miras, pelacur dan rumah bordil pun melengkapi
Untuk rakyat, senat, tentara, hingga Kaisar Romawi
Di Taman Herculean1 ada arca Dewa Pan sedang begini2
Berwajah kambing hobi seks bebas dan bestiality
Orang Romawi memujanya di ritual Lupercalia
Yang jadi Valentine’s Day3 saat Kristen kuasai Eropa

Reff:
Tujuh puluh sembilan Masehi Allah letuskan Vesuvius
Hancurkan Pompeii sisakan tubuh–tubuh mengeras menghangus
Sebagai peringatan bagaimana akhir bangsa yang bejat moralnya
Anehnya muslim meniru mereka tak peduli adzab mengancamnya
Rasulullah pernah bersabda:
“Tak datang kiamat
sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya
sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.”
Ada yang bertanya, ”Ya Rasulallah, apakah Persia dan Romawi?”
Rasulullah menjawab: ”Ya, siapa lagi?”

Banyak Anak-anak sekarang sudah hapal lirik lagu-lagu dewasa..sangat menyedihkan..lirik yang tidak mendidik, karena lagu-lagu dewasa saat ini hampir semua arahnya mengajak pacaran atau percintaan, sehingga anak yang belum cukup umur sudah mengetahui bahasa-bahasa seperti itu.. coba di bandingkan mereka belajar ngaji alqur'an.atau iqro..kayanya egga ada apa-apanya..waahh jadi ngelindur..
Menyanyi adalah bagian yang tak terpisahkan dari dunia anak-anak.Menyenandungkan lagu, apalagi yang berirama riang, sungguh merupakan kegiatan yang digandrunginya. Hal ini tidaklah mengherankan, karena lagu pada dasarnya adalah bentuk dari bahasa nada. Yaitu bentuk harmoni dari tinggi rendahnya suara. Pada insan-insan belia yang perbendaharaan bahasa masih cukup terbatas ini, bahasa nada justru lebih mudah mereka kunyah. Bahasa kata-kata membuat mereka dituntut mengernyitkan dahi dan bersusah payah untuk memahami maknanya. Sedang bahasa nada justru akan membawa mereka pada suasana : riang, syahdu, sedih,semangat,dsb, tanpa harus mereka mengerti apa isi kandungannya..
Copyright © 2012 ADDHIYA PIN BROS PALANGKA RAYA.