Tampilkan postingan dengan label Anak muda (Remaja). Tampilkan semua postingan


Dewasa ini, kejadian pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja sangat memprihatinkan. Data yang disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) setidaknya ada 84 laporan pornografi dan pornoaksi hingga Oktober 2013 ini. Seluruhnya dilakukan oleh anak-anak dari kalangan pelajar di bawah umur, khususnya di Jakarta. "Jumlah tersebut terdiri dari pergaulan seks bebas dan kepemilikan media pornografi," ujar Muhammad Ihsan, Ketua Divisi Pengawasan KPAI ( Tempo,2/11/ 2013). Tak sedikit pula yang hamil di luar nikah. Rentang usia yang melakukan seks pranikah berkisar antara 13 - 18 tahun. Bahkan di kota besar Indonesia seperti Surabaya perempuan lajang yang sudah kehilangan keperawanan mencapai 54 persen, Bandung 47 persen, dan Medan 52 persen.( Okezone, 1/02/2013).



Untuk apa saya hidup? Barangkali itu adalah pertanyaan yang paling mendasar bagi setiap manusia, yang mau berpikir lebih dalam tentang dirinya sendiri. Apa yang ada di dalam benak manusia yang menjalani hidup ini dengan sekadarnya, mungkin tidaklah lebih baik daripada apa yang juga dipikirkan oleh makhluk yang bernama hewan. 

Pertama-tama dilahirkan ke dunia, kemudian diasuh oleh orang tua, lalu berangsur-angsur menjadi dewasa, setelah itu belajar untuk mencari nafkah, kemudian menjadi dewasa dan mencari penghidupan sendiri, lalu mencari pasangan untuk meneruskan keturunan, mendidiknya, serta menjadikannya seperti apa yang pernah dijalaninya selama hidupnya di dunia, dan yang terakhir adalah mati...
Pemuda adalah Ibrahim
yang dengan kampaknya menebas leher paganisme
yang dengan kekuatan argumentasinya menghancurkan
kesombongan sang tiran
yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat
kebenaran dibalik rahasia alam semesta
yang dengan keberaniannya menundukkan panasnya bara api
yang dengan keteguhan imannya mengarungi sahara tak bertuan
yang kecintaan kepada Rabb-nya mengalahkan segala sesuatu,
merelakan semua kemahalan pengorbanan


Pemuda adalah Musa
yang dengan tongkatnya meluluhlantakkan keangkuhan kebodohan
yang dengan keberanian dan keimanannya membelah lautan merah
yang dengan kekuatannya membunuh sang angkara
yang dengan ketegasannya menciptakan system kepemimpinan
di tengah kaum yang terpecah belah
yang dengan bara semangat perjuangannya membebaskan kaum tertindas


 
                                                                                                                             pemuda yang ada pada saat ini bingung dengan kehidupan yang mereka jalani, sehingga apa yang mereka lakukan hanya mengikuti berbagai arus yang ada di sekitar mereka pokoknya easy going-lah…..semuanya dilakonin aja, ikutan sana ikutan sini…. .
Jati Diri…..Bukanlah Perkara Yang Remeh!!!
Ketidaktahuan atau ketidakjelasan tentang jati diri merupakan masalah yang tidak pernah lepas dari kehidupan baik yang masih remaja maupun anak kuliahan. Berbagai berita dan kabar seringkali menunjukkan kepada kita betapa banyak teman-teman kita itu masih banyak yang bingung dengan jati diri mereka. Mulai dari kebiasaan ngeceng di pinggir jalan atau di Mal, terjerat narkoba, cewek komersil yang menjamur demi beberapa keping uang 'tuk beli barang-barang mewah hingga banyaknya angka 'kecelakaan' diluar nikah plus aborsi yang dilakukan oleh mereka. Fakta-fakta tersebut merupakan kejadian yang tidak asing lagi kita jumpai di sekitar kita. Sederet kasus tersebut menunjukkan betapa mereka itu belum atau tidak ngerti dengan jati diri mereka sesungguhnya, mereka itu siapa, apa tujuan hidup mereka, gimana cara meraih/mencapai tujuan tersebut dan apa yang mesti mereka lakuin. 

                                            

                                                               : Abu Aufa
 
"Jatuh cinta berjuta rasanya ...", begitu syair lagu ciptaan Titik Puspa. Konser Dewa, Atas Nama Cinta, dihadiri ribuan penggemar mereka. Album terakhir mereka pun, Cintailah Cinta pun terjual diatas 1 juta copy. Dan entah berapa banyak lagi lagu, kata, ungkapan, syair, puisi yang berbau cinta begitu mengharu biru dunia ini.
Hmm..perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh dengan gejolak. Semua saran dan nasihat ditolak, bahkan nalar pun bisa terdepak oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah dahsyatnya perasaan yang satu ini. Gedubrak !!!
Apakah karena itu kita tak boleh mencintai dan dicintai? Uups...tentu saja boleh, karena cinta adalah pemberian Allah SWT. Mencintai dan dicintai adalah karunia, sekaligus panggilan hidup kita. Tak pernah merasakan jatuh cinta, bukanlah manusia, karena manusia pasti merasakan cinta [QS Al Imran:14] Bahkan, cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar untuk kelestarian ummat manusia.
Copyright © 2012 ADDHIYA PIN BROS PALANGKA RAYA.